MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperpanjang aturan karantina wilayah atau lockdown di Pulau Luzon hingga 30 April.
Pada pertengahan Maret Duterte menerapkan aturan, yang disebutnya Karantina Komunitas untuk menahan penyebaran virus corona dan berakhir pada Minggu, 12 April.
Namun dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin, 6 Maret, Duterte mengisyaratkan akan memperpanjang lockdown hingga akhir April.
Meski demikian, Duterte mengakui bahwa Filipina tidak memiliki cukup dana untuk menerapkan lockdown. Ia pun meminta dukungan keuangan dari swasta.
Baca juga: Duterte Sumbang Gaji Demi Bantu Filipina dalam Perang Lawan COVID-19
Baca juga: Pria di Filipina Ditembak Mati karena Melanggar Aturan Lockdown
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Carlo Nograles, Selasa (7/4/2020) mengatakan keputusan memperpanjang lockdown telah ditetapkan. Hal itu berdasarkan rekomendasi dari komite antar-lembaga yang dibentuk untuk menangani keadaan darurat kesehatan.
Luzon, pulau terbesar di Filipina dengan penduduk 57 orang telah dikarantina sejak 17 Maret. Sebelumnya, Duterte telah mengkarantina Provinsi Metro Manila, daerah ibukota dengan populasi lebih dari 12 juta orang.
Sejak saat itu, para pejabat di provinsi dan kota lainnya di Filipina juga menerapkan lockdown. Sehingga ada lebih dari 104 juta penduduk di Filipina dikarantina.
Aturan lockdown juga membuat penerbangan komersial dan pengiriman dilarang dan transportasi darat dibatasi.
Selain lockdown, DPR Filipina juga telah menyetujui undang-undang yang memberikan Duterte kekuatan khusus untuk menangani krisis, serta lebih dari USD4 miliar (sekira Rp64 triliun) dana pemerintah untuk mendukung sistem kesehatan dan memberikan bantuan keuangan kepada mereka yang kehilangan pekerjaan.
Lebih 3.660 orang di Filipina telah terinfeksi virus corona dan 163 di antaranya meninggal itu.
Pemerintah Filiipina mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pengujian massal virus corona mulai 14 April.
Namun, keterlambatan dalam pelaksanaan program ini menuai kritik. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa Covid-19 dapat menyebar di antara wilayah tanpa terdeteksi.
(Rachmat Fahzry)