BENGKULU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu bakal memiliki alat uji swab (cairan) tenggorokan untuk mengetahui pasien positif atau negatif dari corona virus disease (covid -19).
Laboratorium tersebut juga untuk mengatasi persoalan uji cairan tenggorokan pasien corona yang selama ini terkendala waktu akibat lamanya hasil dari Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Palembang, Sumatera Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyatakan telah menerima surat dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.
Dalam surat itu, lanjut dia, merekomendasikan RSUD M Yunus Bengkulu dijadikan sebagai rumah sakit rujukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), termasuk uji swab, guna mengetahui secara cepat status pasien positif ataukah negatif corona.
"Tim Kesehatan Provinsi Bengkulu akan menilai dahulu kesiapan RSUD M Yunus untuk dijadikan laboratorium pemeriksaan PCR," jelas Herwan dalam keterangannya, Rabu (8/4/2020).
Ia melanjutkan, ada beberapa syarat yang harus dimiliki RSUD M Yunus untuk dijadikan rumah sakit rujukan pemeriksaan PCR. Di antaranya kesanggupan dari rumah sakit, memiliki APD lengkap, mikroskop (PCM), serta ruang bertekanan negatif.
"Untuk APD, kita sudah punya. Begitu juga dengan PCM dan ruang bertekanan negatif ini yang sedang kita persiapkan. Peralatan pendukung lainnya juga harus disiapkan, seperti biosafety cabinets. Ini bisa kita dapatkan karena harganya terjangkau dan termasuk perangkat-perangkat pendukung lainnya," ungkapnya.