Menurut Rita, Dinkes Kota Bandung pun sedang menelusuri atau tracing orang dalam pengawasan (ODP). Penelurusan ini dibagi berdasarkan wilayah puskesmas.
"Sedang dikerjakan oleh kita tracing ODP ke semua kluster, terutama seperti yang kemarin GBI dan HIPMI, tetapi yang paling banyak itu GBI," ucapnya.
Ia menjelaskan, setelah ODP ditanyatakn positif melalui rapid test, maka ditindaklanjuti dengan swab test. Dengan pemakaian rapid test yang rutin tersebut, jumlahnya pun dinilai masih kurang.
"Dengan 3.300 rapid test, tentunya masih kurang. Kami pun sudah menyampaikan ke provinsi. Kalau memang habis bisa diajukan kembali," katanya.
(Hantoro)