SURABAYA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim membagikan sedikitnya 300 paket masker, vitamin C dan hand sanitizer pada para pedagang dan pembeli di Pasar Keputran, Surabaya. Pasar tersebut menjadi sorotan Gugus Tugas selama ini karena kurang memperhatikan physical distancing.
Selain itu, sebagian besar dari mereka tidak memakai masker. Hal tersebut sangat rentan terhadap penyebaran covid-19 atau virus corona. Warga Surabaya yang terkonfirmasi positif virus corona paling banyak dibandingkan daerah lain di Jatim.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pihaknya menurunkan tim untuk melakukan patroli berskala besar di pasar keputran sembari sosialisasi dan membagikan masker, vitamin C, dan juga handsanitizer pada para pedagang dan pembeli.
Para pedagang juga diingatkan untuk menerapkan physical distancing dalam mengatur lapak-lapak penjualan ketika melakukan kegiatan perdagangan serta tidak lupa pakai masker.
“Ini adalah bagian dari patroli berskala besar yang kita lakukan bersama lintas sektor untuk mencegah penyebaran covid-19 di Jatim. Saya mendapatkan informasi di pasar-pasar tradisional kita masih belum maksimal menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19," terang Khofifah, Jumat (17/4), di Gedung Negara Grahadi.
Baca Juga : Kemenag Ajak Masyarakat Berdoa Agar Corona Berakhir Sebelum Ramadhan
Menurut Khofifah, pihaknya juga melakukan evaluasi di Pasar Keputran terkait pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Misalnya harus ada wastafel-wastafel yang memberikan akses bagi para penjual maupun pembeli untuk mencuci tangan.
“Kami juga tengah mencocokkan apakah memungkinkan jika aktivitas perdagangan di pasar-pasar di Jatim bisa menerapkan sistem belanja sayuran online lebih banyak. Karena sebenarnya ada daerah yang sudah menerapkan seperti di Kabupaten Malang, Lumajang dan Jember,” kata Khofifah.
(Angkasa Yudhistira)