JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan 1441 Hijriah biasanya umat Islam menjalankan tradisi ziarah mendatangi kubur atau nyekar. Mereka secara bersama-sama mendatangi pusara sanak saudara yang terlebih dahulu menghadap Sang Pencipta.
Dari atas makam, keluarga yang masih hidup di dunia memanjatkan doa-doa untuk bulan suci yang penuh keberkahan. Selanjutnya aneka kembang dan air mawar ditaburkan di atas makam.
Di antara lokasi paling banyak dikunjungi peziarah yakni Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Setiap harinya bisa ratusan bahkan ribuan peziarah datang untuk nyekar jelang Ramadan.
Namun di tengah pandemi corona virus disease atau covid-19, sejumlah aturan yang melarang masyarakat berkumpul, membuat TPU ini sepi pengunjung. Tentunya hal tersebut sangat berdampak terhadap para penjual bunga tabur di sekitar makam.
Seperti dialami, Saiful (47). Ia mengatakan omzet penjualan aneka bunga, termasuk bunga tabur, pada tahun ini sangatlah merosot.