"Sejak ada virus corona jualan bunga tabur untuk orang ziarah sangat ancur. Ini pertama kali saya rasakan selama puluhan tahun jualan bunga di makam," ucapnya, Minggu (19/4/2020).
Dia menuturkan, satu pekan sebelum Ramadan biasanya banyak pedagang bunga tabur dadakan yang menggelar dagangannya di tepi jalan menuju makam. Tapi saat ini, ungkap Saiful, tidak hanya pedagang bunga dadakan, sejumlah pemilik kios bunga yang menetap lebih memilih tutup ketimbang memaksakan berjualan.
"Ini bisa dilihat sepi sekali TPU dari peziarah. Banyak kios yang tutup. Mau jual apa lagi? Biasanya banyak pedagang bunga dadakan, sekarang tidak ada," jelasnya.
Hal senada diucapkan Suminah (53). Ia mengatakan sepekan jelang Ramadan merupakan panen raya bagi pedagang bunga di sekitaran TPU. Dalam satu hari dia biasa untung jutaan rupiah dari hasil usahanya berjualan bunga.