KABUL - Puluhan anggota staf yang bekerja di istana kepresidenan Afghanistan telah dites positif terkena virus corona (COVID-19), menurut laporan media.
Awalnya 20 kasus Covid-19 dilaporkan, tetapi pada Minggu (19/4/2020), New York Times mewartakan jumlahnya telah meningkat menjadi 40.
Pemerintah Afghanistan belum berkomentar mengenai laporan tersebut dan tidak ada tanda-tanda bahwa Presiden Ashraf Ghani sendiri telah terinfeksi, demikian diwartakan BBC.
Presiden berusia 70 tahun itu dilaporkan kehilangan sebagian perutnya karena kanker pada 1990-an.
"Sekira 20 orang terinfeksi COVID-19 di istana kepresidenan. Namun, itu masih dirahasiakan untuk memastikan tidak ada kepanikan yang disebabkan," kata seorang pejabat pemerintah kepada AFP pada Sabtu (18/4/2020).