“Terjadi penurunan jumlah penumpang mulai akhir Maret hingga saat ini. Selama Triwulan I kemarin kami melayani 3,6 juta penumpang atau turun sebesar 8,14 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 3,9 juta penumpang.
Sementara data pergerakan pesawat di Triwulan I sejumlah 31 ribu pergerakan atau tumbuh 4,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sejumlah 30 ribu pergerakan," ungkapnya.
Berdasarkan data kinerja operasional selama periode April, pergerakan pesawat dan penumpang mencatatkan penurunan jumlah. Selama 1 – 18 April 2020, penumpang yang dilayani 178 ribu atau turun 73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni 683 ribu penumpang. Sedangkan jumlah pesawat sejumlah 2,8 ribu pergerakan atau turun 51 persen dibanding tahun lalu sejumlah 5,8 ribu pergerakan pesawat.
Penurunan penumpang juga membuat pengelola Bandara Juanda memindahkan layanan penerbangan domestik di terminal dua menuju terminal satu.
"Melihat situasi saat ini, kami tentu beradaptasi. Pemindahan sementara ini tidak hanya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, namun juga sebagai bentuk mengoptimalkan kinerja alat produksi. Maka dari itu, perlu dilakukan hal-hal yang merupakan,” tuturnya.
Meski demikian, sejumlah penerbangan internasional yang melayani penanganan kesehatan dan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) akibat berhenti beroperasinya perusahaan di negara tempat mereka bekerja, tetap berjalan sebagaimana biasanya, dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.