CIREBON - Sebanyak 21 tenaga medis di Rumah Sakit Ciremai, Kota Cirebon, Jawa Barat yang sedang melakukan isolasi mandiri, akan menjalani rapid test, Selasa 21 April 2020. Mereka kini berstatus orang tanpa gejala (OTG) terkait virus corona (Covid-19).
Sebelumnya, 21 tenaga medis ini sempat merawat pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RS Ciremai.
Pasien PDP dan keluarganya ini tidak jujur ketika ditanya oleh tenaga medis di RS Ciremai, tentang informasi riwayat perjalanan, riwayat kontak langsung dengan penderita Covid-19 dan sebagainya. Akibatnya, 21 tenaga medis tersebut harus melakukan isolasi mandiri.
Kepala Bidang Pelayanan Medis (Yanmed) RS Ciremai Tetri Yuniwati mengatakan, kondisi 21 tenaga medis RS Ciremai dalam kondisi baik. Saat ini mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.
Diungkapkan Tetri, dirinya sangat menyayangkan sikap pasien PDP tersebut dan keluarganya. Padahal, informasi yang disampaikan oleh mereka akan sangat berguna dalam proses penanganan dan perawatan pasien tersebut.
Baca juga: Pemerintah: Tak Semua Kasus Meninggal Disebabkan Covid-19
"Allhamdulillah semua tenaga medis kita isolasi dengan sehat dengan status orang tanpa gejala. Yang kita istirahatkan yang benar-benar melakukan kontak dengan pasien langsung," kata Tetri saat ditemui Okezone, di Gedung PSC Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/4/2020).
Menurut Tetri, PDP meninggal dunia sebelum diambil sampel swabnya. Akan tetapi, berdasarkan hasil rapid test pasien tersebut dinyatakan negatif Covid-19.
Tetri sendiri berharap ke depannya pasien dengan gejala-gejala Covid-19 jujur dalam memberikan informasi kepada tenaga medis. Sehingga kejadian seperti itu tidak terulang kembali.
"Kita meminta pasien jujur karena dengan jujur penanganan kita akan lebih ekstra. Jangan beranggapan kalau jujur kita akan ditelantarkan. Karena kalau pasien Covid-19 ada penanganann khusus dan ruang khusus," ujar Tetri.
(Qur'anul Hidayat)