Para nelayan yang mengetahui ada pencuri ikan di tengah laut langsung mendatangi kapal pukat harimau. Dengan menggunakan sejumlah kapal, nelayan berhasil menangkap kapal tersebut.
Nelayan Panipahan pun langsung membawa nelayan dari daerah tetangga itu ke kapal. Sementara kapal pukat harimau dibakar. Sesampai di darat wargapun mengintrogasi para ABK dan kapten kapal.
Beruntung warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Setelah berjanji tidak akan mencuri denan pukat harimau, para nelayan tetangga itu diperbolehkan pulang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Herman mengatakan bahwa aksi pencurian itu sudah sering terjadi dilakukan oleh nelayan Sumatera Utara. Dia menengarai, pelaku pencurian ikan adalah 'orang lama'.
"Warga sangat marah jika mencuri pakai pukat harimau karena bisa merusak ekosistem," tambahnya.
(Awaludin)