Pasar Ramadhan Ditiadakan, Penjualan Takjil Dilakukan Secara Online

Adi Rianghepat, Jurnalis
Jum'at 24 April 2020 16:59 WIB
Ilustrasi (Dok. okezone)
Share :

KUPANG - Aksi pedagang dadakan penjual takjil yang biasa terjadi di sejumlah jalan utama Kota Kupang pada bulan suci Ramadhan kali ini ditiadakan.

Pemerintah Kota Kupang meminta para pemilik dagangan untuk menjualnya secara online. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerumunan warga di tengah pandemi covid-19 ini.

"Karena hal ini sudah berlangsung saban tahun dan menjadi salah satu sumber rezeki warga maka kita harus mengakomodasinya agar tetap berjualan (takjil). Namun tidak lagi di jalan-jalan raya," kata Ketua Panitia Gebyar Ramadhan Kota Kupang, Sokan Teibang.

Dia mengatakan opsi berjualan secara online yang diambil pemerintah untuk mengakomodasi niat dan rencana warga penjual takjil di Ramadhan 1441 ini untuk menghindari penjualan secara langsung di jalan-jalan Kota Kupang yang berpotensi menjadi titik kerumunan warga.

Bisa lihat pada tahun-tahun sebelumnya dimana setiap lokasi penjualan takjil pasti akan jadi tempat kumpul warga pembeli. "Kerumunan pun terjadi. Warga tak sekadar datang membeli takjil tetapi juga nongkrong sambil menanti waktu berbuka. Ini kan rawan," katanya.

Melihat kondisi itulah, apalagi sudah ada imbauan pemerintah untuk tidak memgundang atau membuat kerumunan orang, maka diputuskan penjualan takjil Ramadhan kali ini secara online. "Kita bekerja sama dengan grab food dan aplikasi start-up lokal Qlimutu," kata Sokan Teibang.

Dia mengaku sudah mengakomodasi sedikitnya 100 pedagang takjil yang tersebar hampir seluruh kecamatan di Kota Kupang ini. "Ada pedagang dari Kelurahan Airmata, Solor, Kelurahan Bonipoi, Kolhua (BTN), Fontein dan Kelurahan Oesapa," sebutnya.

Meskipun penjualan menggunakan sistem online, Sokan Teibang memastikan takjil yang didagangkan halal dan sehat. "Saya jamin kesejatan dan halalnya takjil itu. Saya bisa buktikan dan boleh perlu saya minta dinas kesehatan lakukan uji sampel," katanya.

Karena telah menjual secara online, maka pedagang diharap tidak lagi memanfaatkan lokasi jalanan umum untuk dijadikan tempat jualan seperti sebelumnya. "Kalau yang menjual di depan rumah masing-maainh disilahkan. Asal tidak di sepanjang jalan utama seperti tempo dulu," katanya.

Takjil Ramadhan saban tahun di Kota Kupang menjadi buruan semua warga. Sejumlah menu ditawarkan mulai dari es buah, panganan kue hingga makanan berat nasi dan lauk.

Para pedagang lalu menempati sejumlah trotoar di ruas jalur utama Kota Kupang sebagai lokasi dagang. Warga yang datang membeli bukan saja umat muslim untuk menu persiapan buka puasa. Namun warga dari agam lain pun ikut menjadi konsumen. Tak pelak di setiap lokasi jualan akan jadi pusat keramaian warga. Ini yang akhirnya menjadi alasan takjil dijual online.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya