Bahkan, mereka mengedukasi masyarakat untuk cuci tangan dengan sabun, memakai masker, hingga imbauan tidak mudik. Lalu rumah isolasi juga disiapkan sebagai benteng terakhir.
"Kita juga buat lumbung pangan, kalau nanti pandemi ini panjang dan paceklik, beras bisa dibagikan," ucap Koordinator Posko Dusun Stan Setyo Catur.
Sementara pengelola Kedai Ampirono, Syarif, mengatakan warung ini sempat tutup pada awal Maret sampai April. Hingga akhirnya buka setelah koordinasi dengan Panewu dan Kapolsek.
Di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan, mengatur jarak duduk, dan mewajibkan tamu cuci tangan.
"Semua wajib cuci tangan, pakai masker, dan harus jaga jarak," jelasnya.
(Hantoro)