DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan selama dua pekan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 8 hingga 9 orang per hari. Padahal sebelum PSBB hanya 6 sampai 7 orang saja per hari.
Hal itu disampaikan Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad menyusul berakhirnya PSBB tahap pertama di Depok, Selasa (28/4/2020).
Baca juga: PSBB Belum Efektif, Jalanan Ibu Kota Masih Ramai
“Selama PSBB terjadi peningkatan kasus konfirmasi (virus corona) rata-rata 8 sampai 9 orang per hari dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 6 sampai 7 orang per hari," kata Idris.
Depok sudah memberlakukan PSBB sejak Rabu 15 April dan berakhir hari ini. Pemerintah sudah memutuskan memperpanjang masa PSBB 14 hari lagi, untuk menekan penyebaran Covid-19.
Hingga sore ini tercatat 256 warga Depok terinfeksi corona. 31 di antaranya sudah sembuh dan 18 orang meninggal.
Menurut Idris, kasus corona bertambah selama PSBB karena gencarnya pemeriksaan uji cepat pendeteksi virus atau Rapid Diagnostic Test (RDT) dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab PCR, sehingga hasilnya langsung diketahui.
Selain itu, hasil uji swab pasien dalam pengawasan (PDP) juga banyak keluar selama PSBB.