Gelombang Kecaman Islamofobia, India Melunak

, Jurnalis
Rabu 29 April 2020 15:37 WIB
Masjid Jama, Delhi. (Foto/TRT World)
Share :

DELHI - Gelombang kecaman terhadap maraknya Islamofobia di India memaksa pemerintah di New Delhi bersikap. Usai Perdana Menteri Narendra Modi mengirim pesan yang menolak diskriminasi terhadap minoritas muslim, kini amanat serupa dirilis organisasi Hindu nasionalis RSS.

Ketua Umum Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), Mohan Baghwat, menyatakan tidak ada satu pun kelompok bisa disalahkan menyebar wabah COVID-19 hanya karena perilaku beberapa anggotanya, kata dia dalam sebuah pernyataan online yang dirilis kantor berita AP.

“Jangan marah, jangan tersulut. Kita tidak boleh membenci suatu kaum hanya karena kesalahan beberapa individu,” kata dia.

Bhagwat juga menjamin minoritas muslim India tidak akan mengalami diskriminasi atas dasar agama dalam perang melawan wabah corona.

Sebelumnya PM Narendra Modi menegaskan bahwa COVID-19 “tidak mengenal ras, agama, warna, kasta, bahasa atau batas negara,“ tulisnya lewat akun Twitter. “Kita bersama-sama.“

Ucapan tersebut dirilis usai negara-negara Teluk bereaksi dramatis terhadap meningkatnya ujaran dan praktik kebencian terhadap minoritas muslim di tengah wabah corona. Kecaman antara lain dilayangkan keluarga kerajaan Uni Emirat Arab dan Kuwait.

Eskalasi lewat medsos

Eskalasi berawal ketika warganet Arab mempermasalahkanretorika anti-muslim di media sosial oleh ekspatriat India yang bekerja di kawasan Teluk. Salah satu kicauan tersebut ikut digaungkan anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab, Putri Hend al-Qassimi.

Siapapun yang “secara terbuka rasis dan diskriminatif di UAE akan didenda dan diusir,“ tulisnya di akun Twitter ketika mengomentari kicauan Islamofob seorang warga India. “Anda mencari makan di negeri yang Anda hina dan penghinaan Anda tidak akan dibiarkan.“

Media-media India melaporkan beberapa tenaga kerja berkualifikasi tinggi di kawasan Teluk dipecat dari perusahaan usai mengunggah konten bernada anti-muslim. 

Salah seorangnya, Sameer Bhandari yang bekerja untuk sebuah penyelenggara pesta terpaksa angkat kaki setelah menulis buruh migran India beragama Islam yang mencari pekerjaan seharusnya dipulangkan ke Pakistan, lapor kantor berita Press Trust of India. 

Akibatnya duta besar India di kawasan mengimbau warganya untuk menahan diri. Melalui Twitter, Pavan Kapoor yang bertugas di Uni Emirat Arab menulis “diskriminasi mengoyak tenun moral kita dan melanggar konstitusi. Semua warga India di UAE sebaiknya mencamkan hal ini.“ 

Menurut laporan Times of India, jelang akhir pekan lalu Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar buru-buru menghubungi rekan sejawatnya di negara-negara Teluk untuk meredakan situasi. 

Namun begitu media dan pemerintah India bersikeras mempertahankan asumsi bahwa tuduhan perihal laku diskriminatif terhadap minoritas muslim yang menyulut reaksi dramatis warganet Arab sebagai “kabar palsu.“ 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya