Gelombang Kecaman Islamofobia, India Melunak

, Jurnalis
Rabu 29 April 2020 15:37 WIB
Masjid Jama, Delhi. (Foto/TRT World)
Share :

Pengaruh RSS dan ideologi Hindutva 

Islamofobia di India berakar pada Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), sebuah organisasi Hindu nasionalis yang dibentuk 94 tahun lalu. RSS berideologikan Hindutva yang mengimpikan sebuah negara Hindu.

Beberapa pendiri RSS secara terang-terangan mengideologikan fasisme ala Adolf Hitler atau Benito Mussolini lantaran menempatkan ‘kemurnian ras’ di dalam jantung ideologi negara.

Meski tidak aktif di dalam politik elektoral, RSS merupakan induk organisasi bagi Partai Bharatiya Janata (BJP) yang saat ini berkuasa di India. Baik pendiri BJP, Atal Bihari Vajpayee, perdana menteri India saat ini, Narendra Modi dan Amit Shah, figur yang diprediksi akan menggantikan Modi, merupakan anggota aktif RSS. 

Ketegangan sektarian baru-baru ini menyeruak usai pemerintahan Modi mengajukan amandemen UU Kewarganegaraan dan Keimigrasian yang dinilai diskriminatif terhadap warga muslim. 

Hasilnya aksi demonstrasi dan bentrok sektarian menjalar ke seantero India.

Gelombang Islamofobia teranyar dipicu oleh acara akbar Jemaah Tabligh di New Delhi yang dihadiri ribuan orang akhir Maret silam. Saat itu pemerintah India belum memberlakukan karantina, meski sedang aktif menyerukan pembatasan sosial buat meredam wabah. 

Ketika kasus penularan di kalangan anggota Jemaah Tabligh mencuat, politisi BJP dan simpatisan Hindu nasionalis menggalang kampanye di media sosial dengan tagar #CoronaJihad. 

Tagar itu dipenuhi meme dan gambar bernada anti-muslim atau retorika yang menempatkan minoritas muslim sebagai musuh India. 

Sumber DW

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya