“Untuk sementara kalau bisa ibadah Ramadhan-nya cukup di rumah saja nggih. Kita tidak tahu seseorang yang ada di sekitar kita telah tertular virus. Lebih baik kita saling jaga, jangan berjabat tangan dulu. Dulu yang kena virus ada gejala batuk, demam dan lainnya, namun kini ada juga yang kena virus tanpa ada gejala atau carrier, ini yang membahayakan,” tegasnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora, Lilik Hernanto, menambahkan, pihaknya segera membawa tiga santri itu ke rumah sakit untuk dilakukan pengambilan swab test.
“Untuk pengambilan swab test memang tidak bisa dilakukan di rumah seperti rapid test, pasien akan kita antar dengan ambulans ke RSUD Blora untuk di-swab. Sedangkan untuk keluarganya yang pernah kontak, akan kita rapid setelah tujuh hari kepulangan pasien,” pungkas dia.
(Rizka Diputra)