Mahasiswa di Rantau: Tolong Perhatikan Kami, Kami Lapar!

Jufri Tonapa, Jurnalis
Senin 04 Mei 2020 12:13 WIB
Mahasiswa tinggal di kontrakan di Tana Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Okezone.com/Jufri)
Share :

TORAJA UTARA - Pandemi Covid-19 yang membatasi berbagai aktivitas normal disusul larangan mudik membuat hidup mahasiswa yang merantau dan menempuh pendidikan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan jadi serba sulit.

Mereka merasakan mulai kesulitan ekonomi karena pengiriman uang dari kampung tersendat, sementara untuk cari kerja susah karena sejumlah sektor terdampak wabah virus corona. Di sisi lain, mereka butuh makan, bayar sewa kontrakan dan beli kuota internet untuk kuliah online.

“Sebelum ada virus corona, kami mahasiswa menjalankan aktivitas perkuliahan seperti biasa. Tapi saat wabah ini dan pemerintah pusat menghimbau untuk tidak keluar rumah, dan kami mulai kesulitan mencari makan-minum dan kebutuhan lain,” kata mahasiswa UKI Toraja, Agri Mafinto Day To Rinto, Minggu 3 Mei 2020.

Baca juga: "Susahnya Cari Rezeki di Tengah Corona"

Untuk tetap bertahan di kontrakan masing-masing, lanjut Agri, para mahasiswa patungan untuk membeli makan.

“Selama 14 hari pertama kami di masing-masing makan apa adanya. Ada berkat kami sumbang-sumbang baru beli makan sedikit yang penting bisa bertahan,” ujar mahasiswa asal Kalimantan Utara ini.

Agri yang sudah 8 semester kuliah di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengatakan, selama pandemi Covid-19 kiriman uang dari orangtuanya di kampung terhambat.

“Ada puluhan mahasiswa asal Kalimantan di Toraja yang tinggal di kontrakan, sedang mahasiswi berada kost. Untuk makan dan minum, kiriman dari orangtua juga tidak selalu ada. Kadang dikirim kadang juga tidak. Apalagi dengan situasi saat ini justru menyulitkan orangtua melakukan transaksi pengiriman tidak selancar biasanya, bahkan orangtua kami ada yang sudah di PHK dan tidak bekerja,” tutur Agri.

Walau makan sudah susah, namun kewajiban mereka sebagai mahasiswa tetap dilakukan.

“Sejak wabah ini kami alami kelaparan, makan sudah susah dan ditambah lagi dengan kami harus melakukan aktivitas belajar dengan jarak jauh menggunakan internet, dan tidak semua mahasiswa punya handphone Android yang paten mereka gunakan,” jelas anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Toraja ini.

Belum Ada Bantuan 

Agri berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka. “Pemerintah Kabupaten Toraja Utara seakan tidak peduli pada kami mahasiswa dari luar Toraja. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Toraja Utara segera menyalurkan bantuan kepada kami sampai situasi membaik dan kembali normal,” katanya.

“Tolong perhatikan kami. Kami lapar. Anggaran pusat dan daerah untuk wabah Covid-19 ini ke mana saja? Kami mahasiswa asal Kalimantan sebanyak belasan yang tidak memilik keluarga di sini,” kata Agri.

Kesulitan hidup selama pandemi Covid-19 juga dikeluhkan Rudi Sumari, mahasiswa semester 6 jurusan Bahasa Inggris UKI Toraja.

“Kami mahasiswa asal Papua yang saat ini sedang menuntut ilmu di Toraja mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan aktivitas kuliah pun terhambat karena kuliah menggunakan sistem online,” ungkap Rudi.

“Orangtua kami belum bisa mengirimkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bayar kuliah, dan beli paket data untuk kuliah online. Kami bertahan dengan apa adanya.”

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya