JAMBI - Juru Bicara Percepatan Penangan Covid-19 Kota Jambi, Abu Bakar menyatakan, dua perawat yang terindikasi terjangkit corona. Hasil itu setelah hasil rapid test keduanya reaktif.
Kedua perawat perempuan tersebut kemudian ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Saat ini sudah dilakukan pengambilan uji swab. Hingga 6 Mei 2020, jumlah DPP di Kota Jambi sebanyak 31orang.
"Selain dua perawat tersebut, juga ada dua anak usia 5 tahun dan 8 tahun yang hasil rapid test-nya dinyatakan positif. Saat ini sedang ditangani di RS Abdul Manap, masuk kategori PDP," ungkapnya, Kamis (7/5/2020).
Abu menambahkan, kedua anak tersebut merupakan laki laki dari Kecamatan Alam Barajo. "Riwayatnya memiliki kontak dengan klaster Gowa. Ada kontak dengan guru ngajinya yang merupakan klaster Gowa," ujarnya.
Abu mengingatkan masyarakat mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemerintah, yakni tetap memakai masker, rutin cuci tangan dan mematuhi jam malam. Apabila ada masyarakat yang menemui gejala batuk dan sesak napas, dengan suhu tubuh tinggi dapat menghubungi puskesmas terdekat.
Baca juga: Presiden Jokowi: Kita Beruntung Memilih PSBB, Bukan Lockdown
Sebelumnya, pasien positif Covid-19 berinisial MH yang kini dirawat di Rumah Sakit Abdul Manaf, Kota Jambi mengaku sudah menghubungi para jamaah klaster Gowa, Sulawesi Selatan.
Dia mengimbau agar rekan-rekannya sesama jamaah klaster Gowa melakukan pemeriksaan dan berobat di rumah sakit dan di fasilitas kesehatan lainnya.
Saat itu, MH sudah menelefon kawan-kawan jamaah klaster Gowa dan menghimbau selama pandemi Covid-19 ini agar beribadah di rumah bersama anak istri.
Sedangkan kepada para pasien Covid-19, MH sangat berharap agar tidak menjadikan hal ini sebagai beban berat. Sebab, Pemkot Jambi telah menanggung segala biaya, termasuk biaya untuk keluarga yang ditinggalkan di rumah.
Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, jumlah ODP di Kota Jambi hingga Rabu 45 orang, PDP 31 orang dan pasien positif Covid-19 berjumlah 14 orang.
(Qur'anul Hidayat)