Febri menjelaskan, skenario yang akan dijalankan adalah dengan cara pembagian gate. Petugas nantinya akan mengarahkan pesawat untuk masuk ke gate yang berbeda. Sehingga jika ada pesawat yang mendarat bersamaan, tidak akan terjadi penumpukan penumpang.
"Kalau datang bersamaan lagi, kita akan bagi gate misal, ada yang dekat dengan proses pemeriksaan oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) atau kita tempatkan di gate paling ujung, yang penting pada saat proses penumpang masuk ke dalam terminal, tidak ada penumpukan atau antrean panjang," jelas Febri.
Baca Juga: Sidak Teminal Pulo Gebang, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Apresiasi Kepatuhan Warga
Tak hanya itu, penumpang juga diimbau untuk mengisi Health Alert Card (HAC) atau kartu kewaspadaan kesehatan saat di dalam pesawat. Karena salah satu faktor yang menyebabkan adanya penumpukan penumpang adalah banyaknya penumpang yang belum mengisi HAC mereka. Sehingga saat proses pemeriksaan butuh waktu lebih untuk mengisi HAC.
"Yang menjadi faktor antrean panjang itu juga karena masih banyak penumpang yang belum isi alert card, sehingga saat proses pemeriksaan, butuh waktu lumayan banyak lagi untuk isi itu, ditambah prosedur jaga jarak 1 meter juga sebagai aturan physical distancing juga membuat antrean makin panjang. Makanya, disini kami meminta kepada pihak maskapai untuk terus mengarahkan penumpang mengisi alert card di dalam pesawat," ungkapnya.
(Arief Setyadi )