Narko menjelaskan seharusnya para sopir angkot sudah mendapatkan bantuan sejak akhir April 2020. "Tapi sampai saat ini belum jelas ada tidaknya Jaring Pengaman Sosial (JPS)," ungkapnya.
Dirinya menceritakan, jika sebelumnya terus mencari kejelasan mengenai bantuan tersebut kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang. Namun, selalu dikatakan masih proses validasi data.
"Katanya masih dalam proses validasi, sedangkan bantuan dari Satlantas Polres Malang itu sudah cair tapi dari Dishub kok belum?" tanya Narko.
Setelah didesak oleh ratusan sopir angkot, Bupati Sanusi akhirnya keluar menemui pendemo. Politikus PDI Perjuangan itu berjanji segera membagikan 10 kilogram beras mulai, Rabu.
"Saya akan bagikan bantuan berupa beras 10 kilogram kepada sopir angkot," katanya.
(Salman Mardira)