PSBB Longgar, Moda Transportasi Kembali Sesak

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 15 Mei 2020 17:17 WIB
Penumpang KRL (Okezone.com/Evi Yulianti)
Share :

Rute hanya Bogor–Jakarta dengan titik keberangkatan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Dukuh Atas Sudirman Jakarta dengan jumlah armada 5 unit bus.

MRT

Pandemi Covid-19 ikut menurunkan penumpang MRT Jakarta. Moda transportasi cepat bawah tanah ini memang tak seramai KRL. Penggunanya saat normal rata-rata Rp100.000 jiwa per hari.

“Sekarang setelah PSBB sampai Rp4.000 saja dan turun sekitar 96% kalaupun ada di jam-jam padat dan itupun masih jauh dari maksimal kapasitas kami jadi untuk maksimal 60 orang per kereta, kami masih jauh lebih cukup untuk menghadapi jam ramai di saat relaksasi PSBB,” kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin.

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang penumpang di stasiun, pihak MRT melakukan pemantauan berlapis sesuai SOP. Kalau sudah padat di kereta, penumpang akan disetop di peron. Kalau penuh di peron maka disetop di gate pembayaran. Jika di sana penuh maka penumpang dihentikan di tangga.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Kamis 14 Mei, penumpang berjibun untuk naik pesawat. Saking ramainya, prosedur jaga jarak yang diterapkan sama-sekali tak berjalan. Mereka antre berdesakan untuk sampai di meja pemeriksaan berkas syarat bepergian di tengah pandemi corona.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan, penumpukan penumpang di stasiun, terminal bahkan bandara terjadi karena pemerintah tidak konsisten menjalankan PSBB bahkan terlalu longgar.

“Pemerintah tidak terlalu konsisten, artinya belum apa-apa sudah bicara relaksasi, tapi kemudian antarmenteri tidak sinkron, nah seharusnya pemandu tugas itu ada di Gugus Tugas Percepatan Corona, mau relaksasi atau pun semuanya muncul dari sana, tapi ini malahan dari bidang lain yang selalu berbicara seperti ini,” katanya.

Menurut dia, harusnya pemerintah mementingkan keselamatan masyarakat dari corona. “Virus ini akan terjadi jika ada interaksi fisik antara orang dengan orang dan itulah yang harus dijaga oleh pemerintah supaya tidak terjadi.”

Reporter: Fakhrizal Fakhri, Harits Tryan Akhmad 

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya