OKI - Semakin bertambahnya jumlah dokter jaga IGD RSUD Kayuagung yang terkena dampak pasien terkonfirmasi Covid-19, seluruh tenaga sukarela sedang menjalani isolasi mandiri. Alhasil, RSUD Kayuagung saat ini tidak memiliki dokter umum yang jaga di IGD.
Direktur RSUD Kayuagung, dr T Mirda Tzulaicha mengatakan, pihaknya berharap bantuan tenaga sukarela, yang mau membantu menjadi dokter jaga IGD sampai kondisi kembali stabil.
“Kami butuh 10 orang, alhamdulillah saat ini ada 1 orang yang bersedia," kata Mirda, Minggu (16/5/2020).
Baca juga: Tak Pakai Masker Dominasi Pelanggaran PSBB di Surabaya Raya
Kontrak kerjanya sementara, bisa 2-4 minggu, pihaknya hanya memohon tenaga sukarela membantu cukup 1x/ hari (2x shift) dalam 1 bulan, namun jika lebih sangat menghargainya. Untuk honor tambahnya, jaga pagi pukul 08.00 WIB -17.00 WIB Rp500 ribu/shift. Sementara jaga malam pukul 17.00 WIB-08.00 WIB keesokan paginya Rp800 ribu/shift. Ini sudah termasuk ongkos dan konsumsi, namun belum termasuk jasa medis. Syaratnya mereka memiliki STR yang masih aktif, SIP Sementara dari Dinkes OKI.
Baca juga: Pasien PDP Covid-19 Diduga Bunuh Diri di RS Hermina Jatinegara