Tenaga Medisnya Banyak Diisolasi karena Covid-19, RSUD Kayuagung Buka Lowongan

Era Neizma Wedya, Jurnalis
Minggu 17 Mei 2020 20:29 WIB
foto: istimewa
Share :

OKI - Semakin bertambahnya jumlah dokter jaga IGD RSUD Kayuagung yang terkena dampak pasien terkonfirmasi Covid-19, seluruh tenaga sukarela sedang menjalani isolasi mandiri. Alhasil, RSUD Kayuagung saat ini tidak memiliki dokter umum yang jaga di IGD.

Direktur RSUD Kayuagung, dr T Mirda Tzulaicha mengatakan, pihaknya berharap bantuan tenaga sukarela, yang mau membantu menjadi dokter jaga IGD sampai kondisi kembali stabil.

“Kami butuh 10 orang, alhamdulillah saat ini ada 1 orang yang bersedia," kata Mirda, Minggu (16/5/2020).

Baca juga: Tak Pakai Masker Dominasi Pelanggaran PSBB di Surabaya Raya

Kontrak kerjanya sementara, bisa 2-4 minggu, pihaknya hanya memohon tenaga sukarela membantu cukup 1x/ hari (2x shift) dalam 1 bulan, namun jika lebih sangat menghargainya. Untuk honor tambahnya, jaga pagi pukul 08.00 WIB -17.00 WIB Rp500 ribu/shift. Sementara jaga malam pukul 17.00 WIB-08.00 WIB keesokan paginya Rp800 ribu/shift. Ini sudah termasuk ongkos dan konsumsi, namun belum termasuk jasa medis. Syaratnya mereka memiliki STR yang masih aktif, SIP Sementara dari Dinkes OKI.

Baca juga: Pasien PDP Covid-19 Diduga Bunuh Diri di RS Hermina Jatinegara

Disinggung adanya pasien positif Covid-19 yang di rawat RSUD Kayuagung tengah menjalani isolasi, dan sempat kabur kembali ke rumahnya di Kecamatan Lempuing. Lalu pasien sempat di jemput petugas dari rumahnya, tapi setelah tiba di rumah sakit yang bersangkutan minta dipulangkan dan ingin menjalani isolasi di rumahnya, selama dirawat pasien ini juga sulit diatur. “Pasien bukan dipulangkan secara paksa,” ungkapnya.

Karena hal tersebut, pihak rumah sakit berkoordinasi dengan tim gugus tugas kecamatan agar pasien menjalani isolasi mandiri.

Pihak RSUD Kayuagung sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan keluarga, Camat Lempuing Sekretaris Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, kadinkes dan sekda. Pasien positif yang masih dirawat di RS hanya 2 orang.

Saat ini, rumah sakit sedang kekurangan tenaga medis karena banyaknya tenaga medis, termasuk stafnya yang sedang melakukan isolasi mandiri karena berdampak Covid-19 secara langsung.

“Jadi saat ini kami lebih memprioritaskan staf kami,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya