JAKARTA - Pemerintah Jerman menyetujui perlindungan yang lebih baik untuk pekerja di industri daging. Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah tampaknya semakin serius untuk menjaga pekerja di industri tersebut.
Dilansir Dw, menyusul wabah virus corona di beberapa fasilitas pengemasan daging Jerman, menteri tenaga kerja Jerman memimpin tuntutan untuk memberikan lebih banyak perlindungan kepada pekerja.
Pemerintah menyiapkan rencana yang secara radikal dapat mengubah cara industri daging Jerman beroperasi.
"Coronavirus Cabinet" pemerintah Jerman akan bertemu pada Rabu untuk memutuskan proposal Menteri Tenaga Kerja Hubertus Heil guna meningkatkan pengawasan dalam industri dan perlindungan bagi pekerja.
Untuk melindungi pekerja, perusahaan bertanggungjawab langsung terhadap pekerja mereka dan meningkatkan denda atas pelanggaran keselamatan hingga USD32.800.
Heil merupakan seorang anggota Partai Sosial Demokrat (SPD) kiri-tengah, secara khusus membidik apa yang disebutnya "struktur kontrak yang meragukan dengan subkontraktor" dan mendorong larangan langsung pada jenis pengaturan kerja semacam itu.
"Jenis sub-kontrak ini adalah akar kejahatan - karena tanggung jawab dilimpahkan, karena hak-hak pekerja dilanggar, karena upah dipotong," kata Heil pekan lalu dalam sebuah pidato di Bundestag, parlemen Jerman.
Desakan untuk perlindungan yang lebih baik bagi pekerja migran di industri daging Jerman semakin meningkat setelah wabah Covid-19 meletus di empat rumah jagal di seluruh negeri, dengan ratusan pekerja dari Rumania, Polandia, Bulgaria dan negara-negara Eropa Timur lainnya tertular virus.
Industri daging Jerman adalah salah satu yang paling menguntungkan, dengan sekitar 1.500 rumah jagal besar dan fasilitas pengemasan daging di seluruh negeri. Menurut data dari Kantor Statistik Federal, kantor cabang mempekerjakan sekitar 128.000 pekerja.
(Ahmad Luthfi)