JAKARTA - Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sepakat pada Selasa (19 Mei) untuk melakukan penyelidikan independen terhadap respons virus corona badan PBB. Ini muncul ketika kritik Amerika Serikat (AS) meningkat atas penanganan pandemi tersebut, dikutip Straitstimes
Mereka juga sepakat untuk mendorong akses yang adil untuk setiap perawatan atau vaksin yang dikembangkan terhadap Covid-19, dan mendesak penyelidikan internasional tentang asal-usul virus baru.
Negara-negara yang ikut serta dalam majelis tahunan WHO, yang diadakan secara virtual untuk pertama kalinya, mengadopsi resolusi dengan konsensus mendesak tanggapan bersama terhadap krisis.
Resolusi itu, yang diajukan oleh Uni Eropa, menyerukan "evaluasi yang tidak memihak, independen dan komprehensif" dari respons internasional terhadap pandemi, yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 4,8 juta orang dan menewaskan lebih dari 318.000.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dan kepala kesehatan Stella Kyriakides mengeluarkan pernyataan bersama yang menekankan bahwa "penyelidikan independen tentang bagaimana pandemi ini dimulai dan menyebar akan menjadi penting untuk memperkuat kesiapan global kita untuk masa depan".
Keputusan itu diambil setelah Washington menghukum WHO pada hari pertama majelis hari Senin dan mengecam China lebih jauh atas perannya dalam wabah itu.
Presiden AS Donald Trump mengancam Senin malam untuk menarik Amerika Serikat keluar dari WHO. WHO dituding merusak tanggapan virus corona global dan menjadi "boneka China".
Komentarnya, yang mendapat kecaman keras dari Beijing, muncul setelah sekretaris kesehatannya Alex Azar pada hari sebelumnya menegaskan "kegagalan" WHO untuk mendapatkan dan memberikan informasi penting tentang Covid-19.
"Kita harus jujur tentang salah satu alasan utama wabah ini berputar di luar kendali: ada kegagalan oleh organisasi ini untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dunia, dan kegagalan itu menelan banyak korban jiwa," kata Azar dalam sebuah alamat video kepada Majelis WHO.
(Ahmad Luthfi)