“Mereka mengobati dan meresepkan obat tanpa izin,” kata Armamento sebagaimana dilansir VOA. “Pasien-pasien berkewarganegaraan China yang dirawat di sana kemungkinan saat ini masih berkeliaran di tempat-tempat umum dan menularkan virus ke banyak orang.”
Mereka yang diduga menjadi klien klinik itu adalah warga negara China yang secara ilegal bekerja di rumah-rumah judi di Clark. Menurut Armamento, mereka menghindari rumah sakit karena takut diketahui keberadaan mereka di Filipina dan ditangkap petugas imigrasi.
Filipina memiliki hampir 13.000 kasus virus corona, termasuk 837 kematian.
(Rahman Asmardika)