Tali kain kafan jenazah bahkan sempat dibuka sebelum dimakamkan. Dua hari kemudian, pada Sabtu (16/5/2020), rumah sakit di Jakarta menginformasikan hasil laboratorium swab pria itu yang ternyata positif Covid-19.
Baca juga: Pemerintah: Tidak Ada Alasan Menolak Jenazah Pasien Covid-19
"Akhirnya ini menjadi permasalahan di Kabupaten Boyolali," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali, Ratri S Survivalina.
Tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Boyolali langsung melakukan tracing dan pemantauan terhadap kontak erat SP. Khusus warga yang membuka tali kain kafan jenazah pria yang dimakamkan di Boyolali itu sudah diagendakan untuk pemeriksaan di Rumah Sakit Darurat Covid-19. "Nanti berapa hari lagi kami evaluasi lagi, semoga tidak ada yang reaktif," kata dia.
(Qur'anul Hidayat)