“Tidak ada negara yang mau mempraktekkan herd immunity, kecuali Swedia dan akhirnya menyesal,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, senyawa yang terkandung dalam virus corona itu mudah bermutasi. Alhasil, akan sia-sia bila tetap memaksakan herd immunity di Indonesia.
“Virus ini mudah bermutasi. Jadi dia kebal terhadap virus sekarang, kalau bulan depan sudah tidak dikenali sama imunitas, sama saja, tidak ada gunanya. Karena dia hanya memberikan imunitas terhadap virus yang lama,” kata dia.
Seperti diketahui, herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap patogen, sehingga penularan tidak terjadi secara luas. Contohnya, untuk membatasi penyebaran campak, para ahli memperkirakan bahwa 93% hingga 95% dari populasi harus kebal. (KHA)
(Abu Sahma Pane)