Komentar itu disampaikan Erdogan sehubungan dengan pernyataan Israel yang mengatakan akan mencaplok bagian-bagian dari wilayah Tepi Barat pada 1 Juli. Langkah itu merupakan kesepakatan yang dicapai antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz, kepala partai Biru dan Putih dalam koalisi pemerintahan Negera Zionis tersebut.
"Pekan lalu kami menyaksikan bahwa proyek pendudukan dan aneksasi baru, yang mengabaikan kedaulatan Palestina dan hukum internasional, diberlakukan oleh Israel," ujarnya.
Israel Rencana tersebut telah memicu kemarahan di seluruh dunia, dan terutama kecaman keras di Turki.
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, sehingga membuat semua pemukiman Yahudi di sana, serta aneksasi yang direncanakan sebagai sesuatu yang ilegal.
(Rahman Asmardika)