MALANG – Sebanyak 13 warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, positif virus corona akibat pemakaman korban Covid-19 tidak sesuai SOP. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malang pun menyayangkan kejadian tersebut.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Malang Aniswati Aziz, menyayangkan adanya sebagian masyarakat yang anggota keluarganya terindikasi terjangkit corona, tetapi enggan memakamkan dengan standar protokol kesehatan Covid-19.
"Masyarakat itu kadang sulit dibuat percaya. Setelah alot baru mau, tapi sudah terjadi penularan. Jadi setelah kepala desa memberikan semacam peringatan baru mau," tuturnya.
Salah satu cara yang digunakan, lanjut Anis, dengan meminta masyarakat untuk tidak memakamkan anggota keluarganya di pemakaman desa setempat, meskipun yang bersangkutan warga sekitar.
"(Diminta) jangan dimakamkan di sini kalau enggak mau mengikuti aturan kesehatan, akhirnya baru keluarga mau (anggota keluarganya dimakamkan dengan protokol pasien Covid-19)," katanya.