BANDUNG - Seluruh pegawai Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dipastikan tidak ada satupun yang terpapar covid-19. Hal itupun ditegaskan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Emil mengatakan, RSHS merupakan rumah sakit paling aman saat ini di Jabar. Seluruh pegawai dan dokter pun sudah dilakukan pengetesan untuk melacak virus tersebut.
"3 ribu karyawan (RSUP) Hasan Sadikin sudah dites, per hari ini tidak ada yang terpapar oleh Covid-19 sehingga ini salah satu rumah sakit yang paling aman di Jawa Barat. Tidak ada satu pun staf dan dokter per hari ini yang positif Covid-19,” kata Emil dalam keterangannya, Minggu (31/5/2020).
Untuk itu, Emil mengatakan, masyarakat yang ingin berobat dan berkonsultasi terkait kesehatan agar tidak menahan diri karena RSHS sudah dipastikan aman terkendali.
Namun, Emil mengingatkan warga yang akan berobat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, di antaranya memakai masker dan menjaga jarak aman.
“Dia (warga yang mau berobat) datang nanti mengantre, dites suhu. Kalau di atas 37,5 derajat (Celcius) dia akan di-treatment khusus, yang di bawah itu (37,5 derajat Celcius) dia masuk ke pelayanan khusus. Tapi tetap harus pakai masker, jaga jarak,” kata Emil.
“Silakan warga yang selama ini sudah menahan diri (saat) sakit, datang lagi ke (RSUP) Hasan Sadikin karena (Covid-19) sudah sangat terkendali, tinggal 20 persen (pasien) yang harus dirawat dan itu pun rata-rata dengan kondisi yang sudah membaik,” sambung dia.
Saat ini, RSHS Bandung telah siap membuka kembali layanan kesehatan non-Covid-19 bagi masyarakat. Pasalnya, penanganan Covid-19 di RSHS dinilai sudah sangat terkendali dengan penurunan pasien Covid-19 yang signifikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peningkatan kapasitas dan fasilitas layanan kesehatan menjadi syarat penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Emil melaporkan, jumlah pasien Covid-19 di ruang isolasi yang pernah mencapai 100 persen turun hingga menjadi 20 persen, disertai tingkat kesembuhan yang tinggi.
"Dari 300-an (pasien) sekarang tinggal kurang lebih 14 orang (yang masih dirawat di ruang isolasi). Artinya pasien-pasien yang sembuh sudah sangat banyak," pungkasnya.
(Awaludin)