Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Habiskan Rp101,2 Triliun dalam Sepekan Perang Melawan Iran

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2026 |09:55 WIB
AS Habiskan Rp101,2 Triliun dalam Sepekan Perang Melawan Iran
Ilustrasi. (Foto: X)
A
A
A

 JAKARTA – Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan sekitar USD6 miliar (Rp101,2 triliun) dalam sepekan pertama kampanye militernya melawan Iran, menurut laporan pejabat Pentagon kepada Kongres. Dari angka tersebut, sekitar USD4 miliar (Rp67,4 triliun) dihabiskan untuk amunisi serta sistem pertahanan udara dan pencegat rudal.

Dilaporkan New York Times, angka-angka tersebut diungkap selama diskusi di Kongres pekan ini, di mana pejabat pertahanan senior juga mengindikasikan bahwa pendanaan lebih lanjut akan diperlukan untuk mempertahankan operasi dan mengisi kembali persediaan yang menipis.

Disebutkan bahwa sekitar 4.000 target Iran telah dihantam, termasuk peluncur rudal, kapal angkatan laut, dan pertahanan udara, yang secara signifikan mengikis kemampuan Teheran untuk membalas.

Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), mengatakan peluncuran rudal balistik Iran telah turun 90% sejak hari pertama pertempuran, sementara serangan drone turun 83%. Namun, Iran masih memiliki persenjataan yang tangguh, termasuk sekitar 50% dari program rudalnya.

 

Meningkatnya Biaya dan Kekhawatiran Anggaran

Para anggota parlemen bersiap menghadapi permintaan anggaran tambahan dari pemerintah dalam beberapa minggu mendatang. Pengeluaran yang cepat ini telah menarik perhatian dari kedua kubu politik.

Para kritikus berpendapat bahwa pencegat rudal yang mahal, beberapa di antaranya bernilai jutaan dolar, dikonsumsi dengan kecepatan yang dapat membebani basis industri pertahanan AS dan menyebabkan kekurangan di teater strategis lainnya.

Perang meletus dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap target militer Iran, tetapi konflik tersebut sejak itu meluas ke seluruh Timur Tengah, dengan Iran membalas melalui rudal balistik dan serangan drone yang membutuhkan respons pertahanan yang mahal.

Saat perdebatan tentang pendanaan perang semakin intensif di Washington, para pejabat Pentagon menekankan perlunya mempertahankan momentum melawan kemampuan Iran sambil menyeimbangkan prioritas pertahanan nasional jangka panjang.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement