Pelaku Penyerangan Polsek Daha Selatan Diduga Lone Wolf Jaringan JAD

Fahreza Rizky, Jurnalis
Senin 01 Juni 2020 11:39 WIB
foto: ist
Share :

JAKARTA - Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta menduga pelaku penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatas (Kalsel) merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

"Dilihat dari atribut, model serangan dan targetnya ini dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, kemungkinan besar JAD," kata Stanislaus saat dihubungi Okezone, Senin (1/6/2020).

Stanislaus mengatakan, penyerangan Mapolsek Daha Selatan ini tidak ada kaitannya dengan perayaan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni. "Tidak ada kaitannya saya kira dengan Hari Pancasila," imbuhnya.

Stanislaus menerangkan bahwa militan yang berafiliasi dengan ISIS biasanya menjadikan polisi sebagai musuh mereka.

"Salah satu pihak yang dijadikan sebagai musuh oleh ISIS di Indonesia adalah Polri karena tindakan hukum yang dilakukan oleh Polri membuat kelompok radikal yang berafiliasi dengan ISIS menjadi terdesak," tandas dia.

Oleh sebab itu, polisi harus mewaspadai serangan yang dilakukan oleh seorang diri atau lone wolf.

"Harus diwaspadai aksi model lone wolf. Aksi model lone wolf sulit dideteksi, karena bergerak seorang diri sehingga tidak ada komunikasi atau transaksi yang bisa dipantau," tukas Stanislaus.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya