JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan akan terus memantau aktivitas perkantoran guna memastikan pembagian dua shift para karyawan yang bekerja di kantor tersebut saat penerapan hari pertama new normal di Jakarta.
Anies juga telah memerintahkan Satpol PP untuk memeriksa gedung-gedung perkantoran guna memastikan bahwa karyawan yang hadir ke kantor itu maksimal 50% dari total kapasitas daya tampung gedung atau kantor tersebut.
"Begini. Ini semua juga kita pantau, tim kita ini dari Satpol PP juga akan memeriksa. Tapi pengaturannya memang diberikan pada tiap-tiap kantor. Yang penting harus dibagi dua atau lebih shift supaya tidak menumpuk," ujar Anies di Terowongan Kendal, Jakarta, Senin (8/6/2020).
Mantan Mendikbud itu memantau jalannya aktivitas di titik integrasi moda transportasi Moda Raya Terpadu (MRT), Kereta Rel Listrik (KRL), Transjakarta, dan Kereta Bandara di Terowongan Kendal. Dia pun tak menemukan adanya penumpukan penumpang di sana.
"Mudah-mudahan ini suatu tanda bahwa kantor-kantor sudah mengatur begitu. Tapi kita akan memantau itu," ujarnya.
Namun Anies tak merinci bagaimana teknis Satpol PP dalam memerika perkantoran di Ibu Kota guna menegakkan aturan saat masa relaksasi Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, lanjut dia, perkantoran yang ada di Jakarta berkisar puluhan hingga ratusan ribu jumlahnya.
"Ya begini. Nanti kita akan bisa lihat itu bukan dari satu per satu. Ini kan ada puluhan-ratusan ribu kantor nih. Kita akan bisa lihat dari jumlah kendaraan yang masuk Jakarta, yang bergerak di sekitar Sudirman-Thamrin. Kita akan bisa lihat dari jumlah penumpang kendaraan umum. Dari situ nanti kita akan lihat offerall-nya," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )