JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menerangkan kembali melonjaknya kasus penyebaran virus corona (Covid-19), setelah adanya transisi Pembatasan Sosiap Berskala Besar (PSBB) pada 5 Juni Lalu.
DKI mencatat terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 234 kasus di Ibu Kota pada Selasa 9 Juni 2020.
"Memang ada peningkatan 234 kasus, tapi kalau 40 kasus ada yang dari sebelumnya dan sejak 10 hari lalu," kata Riza dalam diskusi virtual yang digelar Koordinatoriat Wartawan Balaikota/DPRD DKI Jakarta bertajuk 'Optimalisasi Pelayanan Publik saat Transisi', Rabu (10/6/2020).
Ia menjelaskan, bahwa dari 234 kasus tersebut sebanyak 110 kasus berasal dari Puskemas hasil tracing yang dilakukan Dinkes DKI.
"Ada hasil kerja-kerja yang ditingkatkan. Sejujurnya semakin tinggi ada itu peningkatan (kerja tracing)," jelasnya.
Riza menerangkan, Pemprov DKI telah melakukan 171 ribu test swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Angka itu, lanjut dia, telah memenuhi standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO).
"Dan kita tingkatkan terus supaya setiap Minggu bisa menambah 10 ribu tes. Kita targetkan untuk 300 ribu dan seterusnya," jelasnya.
Riza menegaskan, Pemprov DKI akan terus meningkatkan sarana dan prasarana guna mengendalikan virus corona. Menurut dia, saat ini fasilitas kesehatan DKI merupakan yang terbaik di Indonesia.
"Kita punya rumah sakit rujukan 67. ICU kita yang terbaik dalam rangka sarana dan prasarana. Dan yang paling penting itu regulasinya. Regulasi kita yang terbaik dan banyak dicontoh daerah lainnya," pungkasnya.
(Awaludin)