Peneliti Sebut Sinar Ultraviolet Bisa Bersihkan Udara dari Virus Corona

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 12 Juni 2020 15:14 WIB
sel virus corona (foto: istimewa)
Share :

MALANG – Peneliti Universitas Brawijaya dan BMKG menyebut sinar Ultraviolet (UV) dan matahari yang tinggi, dianggap mampu mencegah pencemaran udara secara masif dan membuat junlah orang terinfeksi corona lebih sedikit.

Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler Universitas Brawijaya (UB) Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, menjelaskan Sinar UV memiliki frekuensi gelombang tinggi sehingga dapat merusak materi RNA dan protein virus. Hal inu bisa menonaktifkan virus di udara bahkan yang menempel di benda-benda padat.

"Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa sinar Ultraviolet (UV) dari matahari mampu membersihkan corona yang ada di udara," kata Prof. Sutiman kepada Okezone, Jumat (12/6/2020)

Hal tersebut disebut Sutiman, membuat Indonesia yang berada di garis khatulistiwa sangat diuntungkan karena mendapat limpahan sinar UV dibandingkan negara subtropis.

"Di wilayah subtropis seperti New York, Milan, Spanyol yang indeks UV-nya rendah dan pencemaran udaranya tinggi, menyebabkan orang tertular melalui media udara (airborne), sehingga jumlah penderita COVID-19-nya sangat banyak," jelasnya.

Sutiman menambahkan, indeks UV yang tinggi umumnya didapatkan pada siang hari. Dengan demikian di luar rumah pada siang hari membuat udara lebih bersih dari virus Corona.

UV tinggi kurang baik bagi orang subtropis berkulit putih ketika mendapat sinar UV tinggi. Sebaliknya, bagi masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa dengan UV tinggi tidak masalah.

"Meskipun demikian, bagi penduduk yang jarang ada di luar ruangan, kulit manusia juga bisa terbakar bila terlalu lama di bawah sinar UV misalnya di pantai atau di gunung tinggi," tuturnya.

Kemampuan dari sinar UV ini bisa dimanfaatkan untuk sterilisasi angkutan umum, seperti bus dan kereta api. Bahkan UV dipakai untuk sterilisasi atau membunuh kuman di ruang operasi di rumah sakit. Hal ini disebutnya tak perlu melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada siang hari.

Meski demikian, limpahan sinar UV harus didukung dengan pola hidup sehat sesuai anjuran pemerintah, seperti menjaga jarak dan memakai masker. Sebab, keberadaan sinar UV akan sia-sia jika tidak didukung pola hidup sehat.

"Kita harus mensyukuri berkah limpahan sinar UV matahari ini dengan melakukan pola hidup sehat sesuai anjuran pemerintah, seperti menghindari kerumunan, menjaga jarak dan memakai masker. Lebih dari itu, kita harus menumbuhkan empati agar tidak menjadi penular, karena ada orang-orang dengan kondisi tertentu rentan untuk menderita keparahan ketika terinfeksi Covid-19," pungkas Sutiman.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya