Kisah Keluarga Tenaga Medis: 3 Meninggal Dunia & Sisanya Dirawat karena Corona

Tikno Arie, Jurnalis
Senin 15 Juni 2020 17:24 WIB
Ilustrasi. Foto: Okezone
Share :

SAMPANG – Tenaga medis merupakan garda terdepan dalam memerangi pandemi virus corona (Covid-19). Mereka paling berisiko terinfeksi karena bersentuhan langsung dengan orang-orang sakit.

Fakta inilah yang dihadapi satu keluarga di Sampang. Dalam kisah perjuangan mereka memerangi corona, risiko terinfeksi pun tak terhindarkan.

Pilu, mungkin itu sau kata yang menggambarkan nasib keluarga tenaga medis ini. Ya, tiga orang dalam satu keluarga meninggal dunia karena diduga terinfeksi virus corona. Satu di antara mereka menghebuskan nafas terakhir pada hari ini, Senin (15/6/2020) pagi.

Keluarga tersebut merupakan warga Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur (Jatim). Ketiganya meninggal dalam waktu berdekatan, yaitu dalam kurun satu Minggu.

Diketahui salah satu korban, yaitu dokter Deny yang bertugas di Puskesmas Tambelangan, Kabupaten Sampang, berstatus positif Covid-19 lalu meninggal dunia di Rumah Sakit Surabaya hari ini.

Baca Juga: Update Corona Jatim: 8.063 Positif, 2.254 Sembuh & 616 Meninggal Dunia 

Seminggu sebelumnya, ayah dokter tersebut juga meninggal dunia. Lalu selang dua hari sang ayah meninggal dunia, giliran sang ibu yang menyusul.

Ayah dan ibu dari dokter Deny juga merupakan tenaga medis di Kecamatan Kedundung. Sang ayah berprofesi sebagai mantri dan ibunya sebagai bidan desa.

Selain itu, istri dari dokter Deny yang juga berprofesi sebagai dokter di suatu puskesmas dinyatakan positif Covid-19. Bahkan anak mereka diduga ikut tertular corona dan sedang dirawat di Rumah Sakit Surabaya.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sampang, Moh Djuwardi membenarkan fakta-fakta ini. “Iya benar, dokter Deny meninggal positif covid, seminggu sebelumnya kedua orangtua dokter Deni juga meninggal dunia,” ujarnya.

“Tapi kedua orangtua dokter Deni sebelum di-swab test sudah keburu meninggal. untuk istrinya status positif, sekarang diisolasi di Surabaya, termasuk anaknya yang diduga juga positif,” tambah Djuwardi.

Baca Juga: Ada 11 Provinsi Laporkan Nihil Penambahan Covid-19 per 15 Juni 

Ketika ditanya soal cluster penyebaran Covid-19 yang diderita almarhum dokter Deny, Djuwardi mengaku sulit melacaknya karena sekarang semakin banyak yang positif.

Kata dia itu bisa dari cluster pasar atau yang lainnya. Djuwardi pun beralasan bahwa orang dalam stastus ODP di Sampang ini semakin banyak yaitu sekitar 50 ribu lebih sehingga untuk menentukan clusternya sangat sulit. Hingga 15 juni 2020 kasus Covid-19 di Sampang mencapai 67 orang.

 

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya