Jusuf Kalla Sebut Jatim Bisa Salip DKI Jakarta Soal Jumlah Pasien Positif Corona

Syaiful Islam, Jurnalis
Rabu 17 Juni 2020 14:43 WIB
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (foto: istimewa)
Share :

SURABAYA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla menyebutkan jumlah warga Jatim yang terpapar covid-19, atau virus corona bisa melebih DKI Jakarta. Sebab saat ini warga Jatim yang terpapar positif virus corona sudah mencapai 8 ribu lebih.

Sedangkan DKI Jakarta jumlah warganya yang positif corona sebanyak 9 ribu lebih. Namun setiap harinya terjadi perbedaan penambahan angka antara Jatim dengan DKI Jakarta. Untuk Jatim cenderung naik dengan rata-rata 150 orang setiap hari. Sementara DKI cenderung turun.

Jika kondisi tersebut terus berlangsung dalam satu minggu, bisa dipastikan Jatim akan menyalip DKI Jakarta angka tertinggi warganya yang terpapar virus corona. Untuk mencegah hal itu, maka dibutuhkan upaya yang luar biasa dari semua pihak.

"Artinya dibutuhkan upaya yang luar biasa untuk menurunkan ini karena Jatim sudah banyak penduduknya yang terkena covid-19. Sudah lebih 8 ribu, DKI 9 ribu, setiap hari terjadi perbedaan 150 rata2 lebih tinggi di Jatim, jika berlangsung terus dalam seminggu, maka Jatim bisa lebih tinggi dari DKI, DKI mulai cenderung stabil turun dan Jatim cenderung naik," terang Jusuf Kalla di Grahadi Surabaya, Rabu (17/6/2020).

 

Karena itu, sambung Jusuf Kalla, harus berusaha bersama-sama agar angka penularan covid-19 di Jatim turun. Dirinya percaya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah bekerja luar biasa dan Wali Kota sudah bekerja keras.

"Tapi selalu koordinasi, tanpa koordinasi bagaimana caranya, siapa yang menentukan, siapa yang mencegahnya. Virus ini dari orang ke orang, maka dari itu jangan dekat-dekat (jaga jarak) dan pakai masker untuk menghindari saya menularkan atau saya kena," papar Jusuf Kalla.

Mantan Wapres ini menambahkan, peran media juga sangat penting dalam memberikan pemahaman pada maayarakat bagaimana protokol kesehatan supaya bisa terhindar atau memutus mata rantai penyebaran virus corona yang sudah menjadi pandemi.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya