Keluhan Sopir: Biaya Rapid Test Tak Sebanding dengan Penghasilan

INews.id, Jurnalis
Senin 22 Juni 2020 20:33 WIB
Sejumlah sopir mengeluhkan mahalnya biaya rapid test ke DPRD Buleleng (Foto : iNews.id)
Share :

BULELENG - Kantor DPRD Buleleng disambangi sejumlah sopir lintas Jawa-Bali mengeluhkan mahalnya biaya rapid test yang tak sebanding dengan penghasilan mereka.

"Sebagai sopir penghasilan kami rendah, tapi kami harus bayar rapid test mahal," ujar perwakilan sopir, Kadek Bagiarta di DPRD Buleleng, Senin (22/6/2020).

Bagiarta dan sejumlah rekan yang datang mengaku mewakili puluhan sopir lintas Jawa-Bali asal Buleleng yang merasa keberatan dengan biaya rapid test yang mahal.

Dia menjelaskan, sejak rapid test gratis di Pelabuhan Gilimanuk ditiadakan mulai 18 Juni 2020, para sopir harus melakukan rapid test mandiri. Untuk satu kali rapid test di puskesmas, tiap sopir harus mengeluarkan biaya Rp280.000 hingga Rp350.000.

Kata Bagiarta, tarif tersebut memberatkan bagi para sopir yang mendapat penghasilan sekitar Rp120.000 untuk sekali mengantar barang ke Jawa. Apalagi surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan rapid test tersebut hanya berlaku untuk tujuh hari. Sedangkan untuk perjalanan pulang-pergi mengantar barang bisa memakan waktu hingga tiga hari bahkan lebih.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya