"Jadi penghasilan kami tidak seberapa tapi biaya rapid test ini mahal," ujarnya.
Baca Juga: Ayah Pembunuh 2 Anak Tiri Pernah Coba Bunuh Istrinya
Baca Juga : Ratusan Prajurit TNI Jaga Rumah Anggota Babinsa yang Tewas Ditusuk
Keluhan para sopir tersebut diterima DPRD Buleleng. Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna memahami keluhan yang dialami para sopir lintas Jawa-Bali tersebut. Gede mengatakan akan meneruskan keluhan para sopir ke Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan harapan meneruskan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
"Mudah-mudahan ada kebijakan yang bisa diterima semua pihak baik para sopir maupun pemerintah daerah," tuturnya.
(Angkasa Yudhistira)