Neno menegaskan, kegiatan uji massal ini merupakan kerja nyata BIN dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan adanya Rapid Test massal ini, BIN dan Pemkab Tangerang dapat mengindetifikasi awal penyebaran corona di wilayah tersebut.
“Kegiatan ini juga membantu dalam peningkatan target uji massal pemerintah hingga 20.000 testing. Kami harapkan pemerintah daerah yang lain juga bisa membantu dalam mengidentifikasi awal penyebaran wabah ini,” tutur Neno.
Dalam kegiatan ini, BIN menyediakan 500 alat Rapid Test dan menerjunkan dua unit Mobil Laboratorium PCR untuk Swab Test serta dua unit mobil ambulance. Mobil laboratorium milik BIN ini dapat melakukan Swab Test yang hasilnya bisa keluar dalam waktu 5 jam. Mobile Laboratorium COVID-19 ini, merupakan laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.
“Jika ada yang positif akan dirujuk ke rumah sakit atau isolasi mandiri. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Tangerang untuk mengirimkan hasil Swab Test ke mobil laboratorium,” tegasnya.