BEIJING – Pejabat di ibu kota China pada Rabu (24/6/2020) mengatakan bahwa wabah virus corona baru yang telah menginfeksi 256 orang di Beijing sejak awal Juni saat ini telah berada "di bawah kendali". Meski begitu kekhawatiran akan risiko penularan terhadap masyarakat masih tetap ada.
Pihak berwenang telah berlomba untuk menahan wabah yang terkait dengan pasar makanan grosir terbesar di Beijing setelah kasus pertama diumumkan pada 11 Juni, yang menyebabkan sebagian kota dikunci.
"Epidemi Beijing yang secara langsung terkait dengan (Pasar) Xinfadi pada dasarnya di bawah kendali, tetapi pada saat yang sama kami telah menemukan infeksi klaster rumah tangga dan tempat kerja dan kasus-kasus penularan masyarakat," kata Juru Bicara Pemerintah Kota Beijing, Xu Hejian pada sebuah pengarahan sebagaimana dilansir Channel News Asia, Kamis (25/6/2020).
"Situasi pencegahan dan pengendalian tetap rumit, kita tidak bisa menurunkan kewaspadaan kita sedikit pun."
Para pejabat menemukan bahwa 253 dari 256 kasus di Beijing terkait dengan Xinfadi di selatan kota, sementara pelacakan kontak untuk tiga kasus sisanya masih berlangsung.
Pasar Xinfadi pusat penyebaran wabah baru Covid-19 di Beijing. (Foto: Reuters)
Kota itu mengumumkan tujuh kasus baru pada Rabu, dengan tingkat infeksi melambat sejak awal pekan ini.
"Ini mengirimkan sinyal yang sangat positif, dan membuktikan bahwa tindakan pencegahan dan pengendalian yang dilakukan akhir-akhir ini, serta penguncian senyawa perumahan, efektif," kata Lei Haichao, kepala komisi kesehatan Beijing.
"Kombinasi klinik demam, penemuan (kasus) dari kontak dekat, dan pengujian asam nukleat massal telah memainkan peran penting dalam deteksi dini."
Lei mengatakan, Beijing telah meningkatkan kapasitas pengujian sampel asam nukleat harian menjadi 300.000 dari 100.000 per hari pada awal Juni. Dia menambahkan bahwa 137 kasus, lebih dari setengah, ditemukan melalui penyaringan.
Sejauh ini hampir tiga juta orang telah diuji.