HANI 2020, Insafnya Sang Pengedar Narkoba

Wisnu Yusep, Jurnalis
Jum'at 26 Juni 2020 20:19 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

BEKASI — Badannya yang dulu gempal dan sehat, kini kurus kering. Perubahan terjadi karena ia menyentuh narkoba, bahkan sempat sebagai pengedar.

Padahal dulu pria kurus itu merupakan pemuda baik di lingkungan sekitar rumah. Nyaris tak terlihat sisi negatif yang tampak dari perilakunya.

Ya, Toni (nama samaran) pada awalnya menjalani kehidupan secara normal dengan berdagang di suatu pasar di Bekasi.

Namun semuanya berubah drastis usai ia berkenalan dengan seorang pria Jakarta pada 2014. Sejak itu Toni mulai menjauh dari kegiatan sosial pada umumnya.

Toni mulai pulang larut malam, bahkan jarang pulang. Itu semua akibat terpengaruh temannya yang asal Jakarta untuk mencoba narkoba.

"Mulanya hanya sebagai pengguna, di situ, 2014. Pas itu saya ketangkep, gak lama, cuma kurungan 1 tahun karena pengguna," ujarnya saat berbincang dengan Okezone pada Hari Anti Narkotika Nasional (HANI), Jumat (26/6/2020).

Usai menjalani masa tahanan, Toni bukannya taubat, malah semakin terjerat narkoba. Sampai ada satu bandar memintanya bergabung untuk menjalankan bisnis barang haram tersebut. "Pas ada tawaran gitu, takut juga karena abis dibui kan," tuturnya.

Hanya saja kebutuhan ekonomi membuat rasa takutnya hilang. Modalnya berdagang dulu telah habis buat membiayai keperluan selama di lapas.

Terlebih orangtua yang sakit-sakitan membuat ekonomi semakin terdesak sehingga Toni memutuskan untuk menggeluti bisnis haram itu.

"Di jalan hati gue galau, gimana ini. Gak ada dagangan, kerjaan mentok karena ijazah, ah... gak puguh karuh pokonya," cerita dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya