BEKASI — Badannya yang dulu gempal dan sehat, kini kurus kering. Perubahan terjadi karena ia menyentuh narkoba, bahkan sempat sebagai pengedar.
Padahal dulu pria kurus itu merupakan pemuda baik di lingkungan sekitar rumah. Nyaris tak terlihat sisi negatif yang tampak dari perilakunya.
Ya, Toni (nama samaran) pada awalnya menjalani kehidupan secara normal dengan berdagang di suatu pasar di Bekasi.
Namun semuanya berubah drastis usai ia berkenalan dengan seorang pria Jakarta pada 2014. Sejak itu Toni mulai menjauh dari kegiatan sosial pada umumnya.
Toni mulai pulang larut malam, bahkan jarang pulang. Itu semua akibat terpengaruh temannya yang asal Jakarta untuk mencoba narkoba.
"Mulanya hanya sebagai pengguna, di situ, 2014. Pas itu saya ketangkep, gak lama, cuma kurungan 1 tahun karena pengguna," ujarnya saat berbincang dengan Okezone pada Hari Anti Narkotika Nasional (HANI), Jumat (26/6/2020).
Usai menjalani masa tahanan, Toni bukannya taubat, malah semakin terjerat narkoba. Sampai ada satu bandar memintanya bergabung untuk menjalankan bisnis barang haram tersebut. "Pas ada tawaran gitu, takut juga karena abis dibui kan," tuturnya.
Hanya saja kebutuhan ekonomi membuat rasa takutnya hilang. Modalnya berdagang dulu telah habis buat membiayai keperluan selama di lapas.
Terlebih orangtua yang sakit-sakitan membuat ekonomi semakin terdesak sehingga Toni memutuskan untuk menggeluti bisnis haram itu.
"Di jalan hati gue galau, gimana ini. Gak ada dagangan, kerjaan mentok karena ijazah, ah... gak puguh karuh pokonya," cerita dia.
Nah, di titik inilah Toni kembali terjerumus dalam lingkaran bisnis narkoba. "Tapi bukan orang lain yang nawarin, tapi temen gue yang kenal pada 2014 itu," ucapnya.
Pada akhirnya ia sadar bisnis narkoba tak membuat kehidupannya bahagia, malah makin kusut sehingga badannya semakin kurus. Untuk itu ia insaf, tak lagi bersentuhan dengan narkotika.
"Sejauh ini, untuk operasi udah kagak. Apalagi semenjak orangtua gak ada," ucapnya.
Toni sekarang mencari uang dengan menjadi tukang parkir. Walaupun hasilya tak seberapa tapi yang penting halal dan tidak merugikan orang lain.
"Saat ini jaga pakiran aja. Mudah-mudah, dikasih jalan yang terbaik. Minta doanya bro," pungkasnya mengakhiri perbincangan.
(Arief Setyadi )