SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengungkap sejumlah persoalan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak virus corona (Covid-19).
Persoalan yang diungkap Emil mulai dari data penerima yang berpotensi tumpang tindih dan salah sasaran, hingga potensi kerumunan dalam penyaluran bansos, kualitas bantuan pangan, serta penerapan jalur aduan masyarakat untuk mencegah adanya penyimpangan dan pungli.
Emil mengatakan, berdasarkan proses verifikasi sementara, terdapat jutaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak bisa dipadankan atau divalidasi dengan data kependudukan sehingga kemungkinan NIK tersebut invalid.
Tanpa NIK yang valid, pihaknya tidak bisa menentukan nomor KK yang valid sehingga potensi tumpang tindih KK tidak bisa diidentifikasi optimal.
Bahkan tanpa membenahi NIK yang valid, sejauh ini pihaknya sudah menemukan ratusan ribu KK yang berpotensi menerima lebih dari satu jenis bansos dari sumber yang sama.