JAKARTA - Pasar Tanah Abang kembali menggeliat setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meniadakan aturan ganjil-genap di pasar.
Pengamatan Okezone di kawasan Blok F Pasar Tanah Abang, Kamis (2/7/2020), para pedagang tampak meramaikan barang dagangannya. Protokol kesehatan juga diterapkan seperti alat cuci tangan sebelum masuk ke areal pasar.
Hampir seluruh kios dibuka dan barang dagangan tumpah ruah di sisi jalan. Selain itu, para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut juga sudah kembali melapak.
Pedagang maupun pembeli tampak menggunakan masker. Namun sayang untuk menjaga jarak aman (physicial distancing) tidak dilaksanakan, karena keterbatasan tempat.
Di sisi lain, personel TNI tampak bersiaga di tenda bagian depan sebelum masuk ke pasar. Ada pula beberapa personel Satpol PP yang bersiaga di pinggir trotoar jalan. Namun di bagian dalam pasar tidak ada sama sekali aparat yang berjaga.
Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, mengaku senang dengan dihapuskannya aturan ganjil-genap di pasar. Dengan demikian, ia kembali leluasa berdagang meskipun pandemi corona belum berlalu.
"Iya senang lah, jadi hidup lagi ini pelan-pelan ekonomi kita," ucapnya saat ditemui Okezone di lokasi.
Ia juga tidak khawatir tertular virus corona. Pasalnya, ia selalu menggunakan masker dan berupaya menjaga jarak aman walau kenyataannya sulit untuk dilakukan.
"Paling tidak kita udeh pakai masker dan coba jaga jarak. Namanya juga di pasar, tapi paling tidak kita sudah mencoba," imbuh dia.
Sementara itu, Iman (34) mengaku tidak khawatir pergi ke pasar. Pasalnya, ia memang harus membeli sesuatu barang di Pasar Tanah Abang. Terpenting, ia menggunakan masker.
"Pakai masker aja biar aman. Lagian di sini kalau tidak pakai masker kalau kelihatan petugas ya ada sanksinya," jelas Iman.
Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan bahwa PSBB masa transisi akan diperpanjang selama 14 hari ke depan. PSBB tahap ini akan dimulai pada 3 Juli 2020 mendatang.
Anies mengatakan, Pemprov DKI akan melakukan peningkatan dua areal yang menjadi lokasi penularan virus corona. Keduanya yakni pasar dan Kereta Rel Listrik (KRL).
"Evaluasi 1 bulan ada 2 area utama tempat penularan, pertama adalah pasar, ada 19 pasar yang sempat ditutup dalam sebulan ini," kata Anies dalam keterangan persnya, Rabu 1 Juli 2020.
"Yang kedua KRL secara umum dari jajaran baik TNI-Polri, Pemprov akan kerja bersama dengan KCI untuk bisa pantau penaturan penumpang di KRL," tandasnya.
(Fahmi Firdaus )