Warga Satu Kampung Diisolasi karena Memakamkan Jenazah Covid-19

Ahmad Subekhi, Jurnalis
Senin 06 Juli 2020 13:25 WIB
Warga satu kampung diisolasi karana turut memakamkan jenazah covid-19/Foto: Ahmad Subeki-Okezone.com
Share :

PONOROGO - Memakamkan atau turut dalam pemakaman seseorang yang meninggal merupakan satu kegiatan yang sangat dianjurkan. Berbeda halnya keketika yang meninggal merupakan pasien Covid-19.

Keluarga atau kerabat tidak diperkenankan terlibat langsung dalam pemakaman. Prosesi pemakaman dilakukan oleh petugas khusus yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Apa yang terjadi di Desa Panjeng, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur ini, sangat mengkhawatirkan. Ratusan warga ikut memakamkan jenazah pasien Covid-19 tanpa protokol berlaku.

Awalnya, warga mengaku hasil tes terhadap jenazah yang dimakamkan belum keluar. Tiga hari berselang, mereka terkejut karena jenazah yang dimakamkan meninggal akibat Covid-19.

Tidak ingin penularan meluas, warga langsung melakukan isolasi mandiri, rapid test dan swab. Hasilnya, istri korban dinyatakan positif dan dirawat di RSUD Harjono Ponorogo.

Sementara enam orang yang memandikan dan memakamkan jenazah diisolasi di balai desa. Ratusan warga lain yang turut serta dalam prosesi pemakaman melakukan isolasi mandiri.

Kini, jalan masuk ke Desa Panjeng ditutup total. Warga tidak bisa keluar dari desa dan pendatang tidak bisa masuk. Akses jalan hanya ada satu dengan sistem buka tutup untuk kegiatan pengiriman logistik.

"Jenazah tersebut dimakamkan biasa, karena waktu itu hasilnya belum keluar. Dari keluarganya ada yang kena satu orang setelah dites," kata Sahuri, perangkat Desa Panjeng, Senin (6/7/2020).

Data Satgas Penanganan Covid-19, di Kabupaten Ponorogo tercatat 54 pasien positif, 19 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 32 pasien sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya