“Pertunjukkan wayang orang secara daring ini sebagai bentuk dukungan Pertamina dalam melestarikan budaya lokal dan kearifan yang terkandung di dalamnya. Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaga tradisi yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang kita,” ujar Fajriyah.
Fajriyah menambahkan, raihan Rekor MURI dalam pertunjukan wayang daring juga merupakan komitmen Pertamina dalam menjalankan ISO 26000 dalam CID (Community Involvement and Development) pendidikan dan pelestarian budaya lokal, dalam hal ini budaya Jawa.
Fajriyah menjelaskan, Wayang Orang Bharata sebagai salah satu komunitas wayang orang yang telah berdiri sejak tahun 1963, menaungi 100 lebih penari, pengrawit dan sinden lintas generasi. Pertunjukan wayang orang diselenggarakan secara rutin di Gedung Wayang Orang Bharata. Semenjak pandemi Covid-19, gedung pertunjukan harus ditutup sehingga wayang orang tidak dapat dipentaskan.
“Pertamina terus melakukan inovasi agar seni pertunjukkan tradisi lokal ini bisa tetap eksis di tengah pandemi Covid-19,” tutup Fajriyah.
CM
(Yaomi Suhayatmi)