JAKARTA - Pemerintah telah meluncurkan RI-GHA Covid-19, yang merupakan alat test cepat atau rapid test terkait Covid-19. Adapun rapid test tersebut merupakan produk buatan Indonesia.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro menyatakan pihaknya menargetkan RI-GHA Covid-19 dapat diproduksi sebanyak 200.000 unit pada bulan ini. Sementara untuk bulan depan ditargetkan dapat menembus 400.000 unit.
"Besaran produksi kami target 200 ribu bulan ini, bulan depan 400 ribu," kata Bambang di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2020).
Baca Juga: Jabar Tertinggi Kasus Positif, Ridwan Kamil: Perang dengan Covid Jauh dari Usai
Bambang mengatakan, saat ini Kemenristek melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah memiliki 2 mitra untuk memproduksi rapid test ini. Mereka adalah PT Hepatika Bumi Gora Mataram dan Laboratorium Prodia.
Namun demikian, pihaknya sedang mencari mitra industri tambahan untuk memproduksi rapid test buatan anak dalam negeri ini. Pasalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan intruksi agar mengurangi produk impor.
"Presiden sudah memberikan instruksi bahwa pemerintah harus mengurangi impor atau bahkan menyetop impor produk-produk terkait Covid-19 yang memang sudah diproduksi dalam negeri dan sekali lagi memenuhi persyaratan," imbuhnya.
Baca Juga: Sebaran Pasien Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Melonjak 962 Orang
Lebih jauh, Bambang mengklaim alat rapid test tersebut sudah telah teruji sensitivitas (98%) dan spesifitasnya (96%) melalui uji laboratorium terhadap orang Indonesia. Alat uji itu, kata dia, tergolong fleksibel karena mampu mendeteksi OTG, ODP, PDP, dan Pasca Infeksi dengan menggunakan sampel serum, plasma, atau whole blood. Hasilnya pun bisa diketahui secara cepat dalam waktu 15 menit tanpa membutuhkan alat tambahan maupun tenaga terlatih.
"Dengan harga yang sangat murah yaitu Rp75 ribu maka kita harapkan alat ini bisa dipergunakan secara massal sehingga kita bisa mengatasi secepatnya masalah Covid-19," tandasnya.
(Arief Setyadi )