Namun demikian, pihaknya sedang mencari mitra industri tambahan untuk memproduksi rapid test buatan anak dalam negeri ini. Pasalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan intruksi agar mengurangi produk impor.
"Presiden sudah memberikan instruksi bahwa pemerintah harus mengurangi impor atau bahkan menyetop impor produk-produk terkait Covid-19 yang memang sudah diproduksi dalam negeri dan sekali lagi memenuhi persyaratan," imbuhnya.
Baca Juga: Sebaran Pasien Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Melonjak 962 Orang
Lebih jauh, Bambang mengklaim alat rapid test tersebut sudah telah teruji sensitivitas (98%) dan spesifitasnya (96%) melalui uji laboratorium terhadap orang Indonesia. Alat uji itu, kata dia, tergolong fleksibel karena mampu mendeteksi OTG, ODP, PDP, dan Pasca Infeksi dengan menggunakan sampel serum, plasma, atau whole blood. Hasilnya pun bisa diketahui secara cepat dalam waktu 15 menit tanpa membutuhkan alat tambahan maupun tenaga terlatih.
"Dengan harga yang sangat murah yaitu Rp75 ribu maka kita harapkan alat ini bisa dipergunakan secara massal sehingga kita bisa mengatasi secepatnya masalah Covid-19," tandasnya.
(Arief Setyadi )